Death Metal adalah sebuah genre musik yang banyak sub-genrenya, Dari sekian banyak sub-genre ini salah satu yang menurut ane unik gan.. Islamic Death Metal? apa sih bedanya sama DM biasanya? nah biasa band2 yang mengungsung genre DM di ini kebanyakan tema dan liriknya itu mengarah tentang kematian sedangkan di Islamic DM lebih condong ke islam2 gitu..
seperti contohnya Band Saffar, The legend of omar dan Purgatory ini.
Ada banyak pemikiran di scene underground-music, entah itu: anarkisme, komunisme, sosialisme, veganismestraightedgequeercorechristian-rock, dan masih banyak lagi. Semua itu bebas, asal tidak mengganggu satu sama lain. Kecuali Nazisme, rasisme dan fasisme, itu jelas harus dilawan bersama.

Di negara yang bermayoritaskan agama Islam, tentu di Indonesia ada beberapa band / musisi di scene underground yang bertendensi membawa panji-panji Islam ke dalam musik,

 The Legend Of OmarDeathmetal dengan nuansa Islamic adalah hal yang menonjol dari  musik dan attitude mereka. Sajian musik yang dibawakan oleh The Legend Of Omar sendiri, tidak berbeda dengan elemen deathmetal yang lain.

Riffing gitar rapat nan cepat, serta baluran hyper blasting drum yang membabi buta masih menjadi flavour sakral dalam genre deathmetal yang mereka usung. Hanya saja dari segi lirik, yang kemudian membuat kesan deathmetal mereka berbeda.

Islamic Death Metal?

Bila kebanyakan dari band deathmetal memilih bahasan tentang darah, pembunuhan, mutilasi, dan hal-hal yang berbau kekejaman. Sementara mereka mencoba untuk memberi warna yang lebih “indah” terhadap ganasnya musik deathmetal yang sadis, dengan mengangkat bahasan berbau Islami dalam lirik mereka. Banyak mengandung nilai-nilai keIslaman, yang dimana mereka jadikan sebagai medium untuk berdakwah. Cukup rasional, karena berdakwah tidak hanya harus berdiri dimimbar dan berlangsung satu arah, melainkan juga bisa dengan media lain seperti musik metal.

Nama The Legend Of Omar sendiri mereka ambil dari salah satu kisah tentang sahabat Rasul SAW, Umar Bin Khatab, yang akrab disapa Omar. Band ini mengerupsi ditahun 2012 dan kini dimotori oleh Faizal Azis (vokal – gitar), Akhmad mafrukhi (bass) dan Muhammad ali Safi'i (drum). Kini, dua tahun sudah mereka terbentuk, dan pada tahun 2015 mendatang mereka akan merilis sebuah debut EP bertajuk “Soldier of Allah”.
Beberapa amunisi seperti “Jihad”, “Mati Syahid”, dan “Perang Badar”, tentunya akan menjadi ramuan mereka dalam EP mereka nanti, yang mungkin menjadi salam sapa mereka bagi kalian metalhead di seluruh nusantara!!!!.

Saffar adalah sebuah trio death-metal asal Bandung yang memainkan style technical death-metal / brutal-deathBand ini terbentuk dari personil beberapa band death-metal scene Bandung, seperti: Lumpur, Auticed, Desire dan Inquisisi.

Islamic Death Metal?

Trio ini di lirik-lirik lagunya banyak mengusung semangat keIslaman yang (mungkin) cenderung garis keras. Entah Saffar memang ikut andil dalam gerakan tersebut atau tidak, yang penting adalah kualitas dari music mereka.

Toh, sebenarnya juga tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan isu di atas. Karena heavy-metal saat ini sudah menjadi budaya populer (pop-culture), yang tentu di banyak negara terjadi akulturasi (bahkan dengan agama setempat). Ada banyak sekali contoh kasusnya. Semua bisa diterima, asal dengan syarat; tidak menjadi gerakan yang fasis.

Pada tahun 2013 Saffar telah merilis album berjudul “Mandatory El Arshy” di bawah label extreme-metal lokal legendaris, Extreme Souls Production.

Di single dan juga music-video yang berjudul “Mandatory El Arshy”, Saffar juga featuring Ali Utrujjah, salah satu rapper taqwacore Jakarta (yang sedikit mengingatkan kami akan Thufail Alghifari, rapper taqwacore lokal yang cukup kontroversial, terutama karena pernah bersitegang dan men-diss Homicide pada tahun 2005/2006 melalui lagu “Homicide Is Dead”).
Bisa jadi “Mandatory El Arshy” adalah album Muslim Death-Metal yang pertama di Indonesia. Karena terlepas dari ideologi yang Saffar junjung, kami cukup menikmati musik mereka. Bagaimana dengan kalian?

Kalau bicara soal band metal, mungkin yang sering terpikir dalam benak kita adalah musik-musik super keras dengan lirik lagu yang agak nakal. Bahkan tak jarang yang menghubungkan musik metal underground ini dengan konspirasi-konspirasi satanic atau iluminati oleh sebagian orang. Padahal hanya musiknya saja yang temponya beda dengan biasa.

Namun siapa sangka ada loh band metal yang malah menyebarkan ajaran agama, bahkan mereka mengajak penontonnya sama-sama bershalawat. Uniknya lagi band yang satu ini berasal dari Indonesia loh. Yuk mengenal Purgatory si band metal yang tak pernah lupa shalawat.

Band metal cadas yang selalu manggung dengan tampilah gahar

Nama Purgatory mungkin lumayan asing di telinga kita, namun untuk para penikmat musik underground lain lagi cerita. Ya pasalnya band yang satu ini selalu tampil dengan riasan yang sangat gahar layaknya para pemusik cadas lainnya. Bahkan jika kita lihat namanya, Purgatory berarti sebuah tempat penyucian atau kadang bisa diartikan neraka.
Islamic Death Metal?
Dibentuk pada tahun 1994, band ini telah mengalami perombakan personil berkali-kali, namun aliran yang dianut tetap sama. Seiring berjalannya waktu siapa sangka terdapat beberapa perubahan elemen pada band yang satu ini, ya menjadi band metal yang masih mengkedepankan ajaran agama Islam saat manggung.

Tidak pernah lupa Shalawat membuat nama mereka terkenal hingga Malaysia

Beberapa waktu yang lalu Purgatory sempat menjadi buah bibir di kalangan netizen Malaysia. Ya hal ini lantaran aksi mereka manggung selalu diselipi Shalawat kepada nabi. Bukan sebagai lirik lagu, namun shalawat benar-benar dilantunkan setelah musik metal belalu. Bahkan Purgatory selalu mengajak para fansnya untuk juga melantunkan shalawat sembil jongkok sebagai penghormatan kepada Rasulullah SAW setiap kali manggung.